Tambang Emas Martabe … (1)


Pada hari Minggu, tanggal 30 September 2012 saya mulai berada di Martabe setelah terbang selama kurang lebih 45 menit ke bandara DR. Ferdinand Lumbantobing dari bandara Polonia Medan dilanjutkan perjalanan darat kurang lebih 1 jam. Selama perjalanan driver bercerita tentang kondisi project Martabe beberapa minggu belakangan ini, termasuk pagi itu ternyata masyarakat melakukan demonstrasi menentang rencana PT. Agincourt Resources membuang limbah ke sungai batangtoru.

Sampai dipintu gerbang masuk utama PT. AR, pendemo sudah tidak ada lagi hanya security saja yang berjaga-jaga. Saya bisa masuk setelah pintu gerbang dibuka oleh security. Setelah mampir dulu di kantor Comunity Relation kemudian saya diantar ke kantor HRD yang terletak di gedung SOPO NAULI. Disana saya ketemu dengan salah seorang staff HRD bernama Yanti. Saya harus menyerahkan beberapa dokumen administrasi yang dipersyaratkan kemudian mengisi beberapa lembar formulir untuk data base karyawan serta formulir pengalihan jamsostek. Setelah semuanya beres saya diajak untuk makan siang di Mess Hall Pelangi karena waktu itu memang sudah waktunya jam makan siang. Saya naik shuttle bus untuk menuju Mess hall pelangi.

Mess hall nya tergolong cukup besar, sebelum masuk saya melihat tempat cuci tangan yang kayaknya memang sudah dibudayakan di perusahaan ini. Setelah masuk, saya harus mengisi absen makan yang telah disediakan oleh pihak catering provider yaitu PBU (Prasmanindo Boga Utama). Saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu ketika saya masih kerja di salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia dari Autralia yang lokasinya berada di Kalimantan Tengah. Disana yang menyediakan catering dan maintenance Camp adalah PBU juga. Seperti nostalgia di masa yang lalu mengenang PBU. Bedanya kalau di Martabe project makanan diambilkan oleh petugas dari PBU sedangkan di Maruwai Coal project makanan kita ambil sendiri. Selain itu juga di Martabe project lebih bervariasi dengan adanya salad dan beberapa roti sedangkan di Maruwai tidak ada. Yang sama dari keduanya adalah minuman sirup yang disediakan kurang manis ha..ha.. (just kidding).

Selesai makan siang, saya dan beberapa karyawan masih menunggu kendaraan yang akan membawa kami kembali ke SOPO NAULI, lumayan lama juga menunggunya karena ternyata memang tidak ada kendaraan khusus yang dipakai untuk antar jemput karyawan dari tempatnya bekerja ke tempat makan tersebut. Setelah telepon sana dan telepon sini akhirnya ada karyawan yang berbaik hati untuk mengantarkan kami kembali ke SOPO NAULI. Sampai disana setelah mengecek kembali formulir administrasi yang harus saya lengkapi sudah lengkap maka saya dipertemukan dengan HR Superintendent yaitu Bpk. Srijanto untuk tandatangan agreement. Maka syah lah saya menjadi karyawan PT. Agincourt Resources Martabe Gold Project.  … (to be continued)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: