Juniorku…

Lama sudah gw kagak pernah mengupdate blog ini…
Gw mulai dari kelahiran si junior deh…

Junior gw lahir di Medan pada tanggal 26 April 2010, 2 tahun setelah kakaknya lahir di tahun 2008. Alhamdulillah untuk anak gw yang kedua ini gw diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menemani istri tercinta pada proses persalinannya. Saat itu gw masih kerja di bawah bendera Macdow untuk project Tokatindung di Minahasa Utara, saat field break sengaja gw ambil annual leave juga sehingga waktu gw di rumah agak panjang. Tanggal 25 April 2010 pagi hari gw terbang dari bandara Samratulangi Manado ke Jakarta. Dari Jakarta gw langsung ke Cilegon untuk menghadiri acara aqiqah ponakan gw, sore harinya gw terbang lagi dari bandara Soekarno/Hatta Jakarta ke Medan, alhamdulillah sampai dengan selamat pukul 09.00.

Gw masih dijemput oleh istri dan anak pertama gw. Dalam perjalanan anak pertama gw senang banget dan banyak cerita, hilang sudah rasa capek dan lelah setelah seharian perjalanan. Tak disangka dan tak dinyana dini hari sekitar jam 1 istri gw merasakan kontraksi pada perutnya dan akhirnya saya bawa ke Klinik Delima. Melalui persalinan yang normal akhirnya pagi hari junior gw lahir dengan berat 3,7 kg dan panjang 51 cm. Senang banget hati ini akhirnya semua berjalan lancar anak dan istri gw semuanya dalam keadaan sehat. Anak laki-laki kami beri nama “ARDHANI ASSHADIQ MAULANA” dengan nama panggilan Ardhan.

Bayi mungil itu menarik perhatian gw walaupun masih dibaringkan di tempat khusus untuk proses adaptasi ke dunia luar. Siang hari anak gw yang pertama Fira tapi dia nyebut sendiri K’Iya datang ke tempat ibunya, dan bertanya perut ibu kok udah kecil? Dedek k’iya mana bu? Mungkin karena dia pertama lihat dedeknya di rumah sakit jadinya kalau ditanya dedek k’iya dapat dari rumah sakit.. Lucu sekali anakku satu itu..

Tidak terasa sekarang juniorku sudah besar, tumbuh dengan gagah dan sehat serta ganteng alias “handsome”

Ardhan usia 5 bulan

Advertisements

Akhirnya Bertemu Lurah Muara Tuhup

Tidak disangka tidak dinyana…

Hari Sabtu, 11 Oktober 2008, kami kedatangan tamu jauh dari wilayah Muara Tuhup, Murung Raya, Kalimantan Tengah dia adalah Plt. Lurah Muara Tuhup yaitu Untung Subagjo, SH. Kawan satu ini adalah sahabat setia saya waktu saya masih bergabung di Maruwai Coal Project. Tidak segan-segan dia sering menyajikan saya mie goreng campur telor hasil racikan dia saat bertandang ke rumahnya.

 

Untung datang bersama istri dan anaknya si Raka serta familynya. Jadi ramai akhirnya rumah mungil kami dengan kedatangan mereka. Banyak yang kami obrolkan seputaran kegiatan saya dulu. Ternyata alhamdulillah sudah banyak kemajuan mengenai pembebasan lahan di Muara Tuhup. Banyak kenangan yang saya rasakan bersama Untung di Muara Tuhup. Termasuk si Raka yang merasa takut kalau bertemu saya memakai kacamata. Akhirnya kalau mau dekat sama Raka, saya harus melepaskan kacamata.

 

Untung & Raka

Si Untung bisa main ke rumah saya di kawasan Bintaro Jaya tepatnya perumahan Pondok Jaya dikarenakan penerbangannya ke Banjarmasin dari Yogya tidak mendapatkan tiket begitu juga dari Surabaya, akhirnya dia memutuskan untuk lewat Jakarta sekalian silaturahim ke familynya dan tak lupa dengan keluarga saya.

Raka

 

Sebagai tuan rumah yang  baik, saya mencoba untuk menjamu tamu dari jauh dengan baik. Untung cs dinner di rumah saya dengan menu ayam kremes ibu Condro. Akhirnya hari Senin kemarin Untung dan keluarganya berangkat ke Banjarmasin. Selamat jalan kawan semoga selamat sampai tujuan, dan kita dapat berjumpa kembali di lain kesempatan.

jalan hidoep koe… (5)

Ama_bokap_nyokapBetapa senang dan gembira hati saya, selesai kuliah bisa langsung dapat kerja tanpa pernah merasakan menjadi pengangguran. Mungkin dewi fortuna masih berada disekeliling saya sehingga setiap langkah kehidupan yang saya jalani sejak dari SD sampai selesai kuliah alhamdulillah berjalan dengan lancar. Awal masuk kerja akhir bulan Oktober 2002, tiga bulan menimba ilmu di Holding Company bersama 2 rekan saya (Dudy dan Pindo) kemudian kami dilepas di kawah candradimuka perkebunan kelapa sawit PT. Antang Ganda Utama di desa Butong, Muara Teweh, Kalimantan Tengah selama 6 bulan. Selanjutnya menimba ilmu di kawah candradimuka lainnya yaitu perkebunan kelapa sawit PT. Katingan Indah Utama di desa Kabuao, Kotim, Kalteng selama 3 bulan. Selesai merasakan nikmatnya suka duka kehidupan di kebun, saya bersama 2 rekan saya ditarik kembali ke Jakarta untuk mempresentasikan apa yang kami dapatkan selama 3 bulan di Jakarta dan 9 bulan di lapangan di hadapan para Direksi Makin Group. Sampai akhirnya setelah proses penilaian, saya ditarik untuk membantu Direktur Operasi Wilayah Indonesia Timur (Bpk Triwisma) menjajaki pengembangan perkebunan kelapa sawit di sana dengan begitu saya bisa travelling ke Maluku Utara dan Papua Barat dalam hal ini Kabupaten Sorong. Tidak lama kemudian saya dilibatkan untuk survey di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan. Akhirnya bos saya (Bpk Triwisma) di promosi menjadi Direktur Operasi wilayah Kalimantan Timur sehingga saya juga ikut mutasi ke wilayah Kalimantan Timur dan hampir setiap bulan melakukan kunjungan kerja ke sana. Bulan berganti tahun, saya dimutasikan lagi ke Holding Company sebagai Industrial Analyst di Business Development Division Makin Group. Tidak terasa 3 tahun sudah saya mencoba berkarya di perusahaan ni sampai detik inipun ketika saya membuat tulisan ini saya masih tercatat sebagai karyawan di perusahaan ini. Biarlah waktu yang menjawab semua yang saya lakukan di sini entah sampai kapan saya dapat menetap disini. Semoga Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menghirup udara segar nafas kehidupan di dunia fana yang penuh dengan rintangan ini. (The end)

JALAN HIDOEP KOE… (4)

Ama_baim_di_banjar_1Setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMU, saya melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Universitas Gadjah Mada melalui jalur Penjaringan Bibit Unggul Daerah (PBUD). Saya mengambil fakultas Kehutanan jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, sesuai dengan arahan dan bimbingan dari guru SMU saya yaitu Bapak Sutady Lanyumba, namun demikian Orang Tua saya khususnya Bapak saya, menginginkan saya mengambil fakultas Teknik jurusan Teknik Kimia tapi teman saya lainnya sudah mengambilnya jadi tetaplah saya ambil Kehutanan. Tiba pertama kali di kota Yogyakarta tanggal 30 Juni 1997, setelah mengikuti proses registrasi ulang di UGM hingga akhirnya ujian tes matrikulasi bagi mahasiswa jalur PBUD & PBAD, saya dinyatakan lulus dan tidak di wajibkan untuk ikut matrikulasi (kuliah tambahan), betapa senang hati saya saat itu karena bebas dari matrikulasi. Di UGM ini juga saya bertemu dengan rekan-rekan sesama siswa teladan waktu itu di antaranya Moh. Rusli, Iir Prihartini, Junaedi, Indraswari, Haryo dan Ana Lucki. Tanggal 31 Juli 1997, saya akhirnya menempati kos di sebelah utara UGM tepatnya kompleks Swakarya. Tempat kos saya memiliki nama pondok alit yang berarti rumah yang kecil. Di kos inilah saya memulai hidup sebagai mahasiswa di kota Yogyakarta yang terkenal dengan sebutan kota Gudeg, kota budaya dan kota pendidikan. Pada masa mahasiswa inilah saya mencoba untuk aktif di berbagai kegiatan baik fakultas maupun universitas. Dimulai menjadi anggota Senat Fakultas sebagai wakil dari jurusan, menjadi ketua bidang informasi dan komunikasi di Forkomkon, dan menjadi anggota Unit PPPK UGM. Beberapa kegiatan yang saya ikuti mewakili fakultas antara lain Seminar Mahasiswa Kehutanan Indonesia di Makassar, Lomba Karya Tulis Ilmiah Kehutanan di IPB Bogor yang alhamdulillah mendapat juara 2 tingkat nasional sedangkan kegiatan yang mewakili UGM diantaranya Latihan Vertical Rescue SRT bersama rekan saya Wahyu “Kendil” Pambudi serta kegiatan Semiloka NAPZA di Jakarta. Tahun 2002 tepatnya bulan Agustus, saya menyelesaikan kuliah saya di UGM dan mendapat gelar sarjana yang selalu menjadi dambaan dan harapan orang tua dan calon mertua haa..ha.. Menunggu waktu wisuda, saya sedang mengerjakan proyek antara World Bank dengan CHBP fakultas Kedokteran UGM di Klaten mengenai Program Pemberhentian merokok bagi masyarakat. Ya lumayan untuk memperkaya diri dengan pengalaman bersama rekan-rekan lainnya. Sebelum proyek berakhir, saya keterima kerja sebagai Management Trainee (MT) di PT. Matahari Kahuripan Indonesia (Makin Group) tempat saya kerja sampai saat ini yang bergerak di bidang agrobisnis. (To be continued)

Jalan HiDoep KoE… (3)

My_familyTidak terasa 3 tahun sudah saya mengenyam bangku SLTP, kemudian saya melanjutkan ke pendidikan di SMU Negeri 1 Luwuk dari tahun 1994 – 1997. Pada tahun 1994 tepatnya bulan Agustus, saya termasuk dalam anggota Paskibra di tingkat Kabupaten. Senang rasanya bersama rekan-rekan dapat mengibarkan bendera merah putih dengan sukses. Pada tahun 1995 tepatnya bulan Agustus ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Kirab Remaja Nasional IV yang diselenggarakan oleh Yayasan Tiara Indonesia. Masih di tahun 1995 tepatnya bulan September, saya mewakili sekolah mengikuti Lomba Pidato P4 tingkat Kabupaten tapi sayang, saya hanya mendapat juara ke 2. Pada masa SMU ini juga saya lagi-lagi terpilih sebagai ketua OSIS, mungkin karena karakter yang melekat pada diri saya sehingga saya dipilih oleh teman-teman. Pada tahun 1996 tepatnya bulan Juni, lagi-lagi saya mewakili sekolah mengikuti Lomba Siswa Teladan dan berhasil menjadi juara sehingga berhak mewakili Kabupaten di tingkat Provinsi. Menunggu panggilan Lomba di tingkat Provinsi, saya ikut kontingen Jambore Nasional ke Cibubur sebagai pendamping dari Dewan Kerja Cabang (saya sebagai ketua DKC Kwarcab Banggai). Seminggu saya kembali dari Jakarta, pada bulan Juli tahun 1996, saya mewakili Kabupaten Banggai mengikuti Lomba Siswa Teladan tingkat Provinsi dan alhamdulillah saya keluar sebagai juara, hal ini sudah diduga oleh pendamping dari Kabupaten lain, karena pada sesi perkenalan, katanya suara saya tegas dan menunjukkan sikap mental seorang juara, hal ini saya buktikan sebagai juara sehingga berhak mewakili Provinsi Sulawesi Tengah ke tingkat Nasional. Bulan Agustus tahun 1996 saya ke Jakarta sebagai wakil Siswa Teladan dari Sulawesi Tengah. Senang sekali waktu itu karena mendapatkan teman yang banyak dari 27 Provinsi di Indonesia.Teringat pada seorang teman dari Jawa Tengah bernama Anindita Basuki pada saat mengikuti malam renungan suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata, dimana rasa kantuk yang menyerang diriku sehingga diriku hampir tertidur untung diingatkan oleh teman tadi. Detik-detik proklamasi saya ikuti di halaman istana Merdeka bersama rekan-rekan siswa teladan lainnya. Saya tidak menyangka dapat menghadiri acara yang selalu diperingati tiap tahunnya dengan meriah di istana Merdeka. To be continued …

jALaN hIDup kOe… (2)

Ama_ade_1Pendidikan Taman Kanak-Kanak saya alami di TK Pertiwi Luwuk Banggai pada tahun 1985 – 1986, kemudian berlanjut ke pendidikan Sekolah Dasar Negeri Pembina di Luwuk Banggai pada tahun 1986 – 1991. Dimulai dari SDN Pembina inilah saya mewakili sekolah, Kabupaten, hingga Provinsi untuk mengikuti berbagai perlombaan. Tahun 1990 tepatnya bulan September, saya bersama rekan saya yaitu Tresno Dhiwangkara dan Ratna Evianti mewakili Kabupaten Banggai untuk mengikuti Lomba Cerdas Tangkas P4 di tingkat Provinsi, namun kami hanya mendapat juara ke 3. Masih di tahun 1990 tepatnya bulan November, saya mewakili Kabupaten Banggai mengikuti Lomba Bidang Studi tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan alhamdulillah berkat ijin dari Allah SWT, saya berhasil menjadi nomor 1 untuk bidang studi PMP/IPS/PSPB dan berhak mewakili Provinsi Sulawesi Tengah di tingkat nasional. Tahun 1991 tepatnya bulan Februari, tibalah waktunya saya mewakili Provinsi di tingkat nasional,ini merupkan pengalaman yang sangat berharga dalam kehidupanku. Masih di tahun 1991 tepatnya bulan Juni, saya termasuk dalam kontingen Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur Jakarta.Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar kemudian saya melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Luwuk dari tahun 1991 – 1994. Pada tahun 1992 tepatnya bulan Agustus, saya bersama rekan saya semasa SD mewakili sekolah kembali mengikuti Lomba Cerdas Tangkas P4 dan berhasil menjadi juara sehingga berhak mewakili Kabupaten di tingkat Provinsi. Bulan September tahun 1992, saya bersama rekan mewakili Kabupaten Banggai di tingkat Provinsi dan alhamdulillah, kami keluar sebagai juara sehingga berhak mewakili Provinsi Sulawesi Tengah di tingkat Nasional. Pada bulan Oktober tahun 1992, kami ke Jakarta ibukota negara Repubik Indonesia untuk mewakili Provinsi Sulawesi Tengah dalam Lomba Cerdas Tangkas P4. Ada rasa bangga pada diri dapat mewakili daerah tercinta.Pada tahun 1993 saya terpilih sebagai Ketua OSIS SMP Negeri 2 Luwuk. To be continued..

JaLaN hIdUp KoE… (1)

P1010226_1Saya lahir dari ayahku bernama Syamsul Arifin Ma’shum yang asli Malang Jawa Timur dan ibuku bernama Faricha yang asli Pemalang Jawa Tengah pada hari Rabu, 15 Februari 1979 di Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk Banggai Sulawesi Tengah dengan nama Maulana Muhammad. Menurut cerita dari ibuku nama ini telah dipersiapkan oleh simbah untuk anak pertama dari orang tuaku, namun anak pertama ternyata perempuan yang diberi nama Dewi Maria Ulfa, nama ini diambil dari seorang ustadza yang terkenal pada waktu itu yaitu Maria Ulfa. Seiring dengan bergulirnya waktu, nama Maulana Muhammad mulai terlupakan karena anak kedua terlahir dengan nama Dewi Rahmawati begitu juga dengan anak ketiga diberi nama Dewi Fatmawati hingga akhirnya pada kelahiran anak keempat seorang laki-laki mungil, dengan tidak sengaja ayahku memberi nama Maulana Muhammad yang ternyata sama dengan nama yang telah disiapkan oleh Simbahku 5 tahun yang lalu. Senang rasanya menjadi anak bungsu dan laki-laki sendiri. Waktu terus bergulir l5 tahun kemudian lahirlah adik saya yang ternyata perempuan dan diberi nama Tutwuri Handayani, maka sejak itu anak bungsu yang saya sandang lepas ke adik perempuanku. to be continued..