Tambang Emas Martabe … (2)

Selesai menandatangani agreement kerja, saya diantar oleh Yanti (staf HRD) ke camp permata tempat kantor Community Relation berada. Sampai di kantor saya disambut oleh Bpk Stevi Thomas dan Budi Baik Siregar kemudian diperkenalkan dengan Rina Simanjuntak, Muhammad Novan, Sugeng Maskat alias Sogi, Maya, dan Agustinus. Senang sekali bisa bergabung dengan tim ini yang kelihatan kompak dan solid. Hari itu diisi dengan ngobrol dan diskusi mengenai kondisi saat ini di lokasi. Suasananya memang berbeda saat saya pertama kali site visit ke sini sekitar bulan Februari 2012.

Menjelang berakhirnya jam kerja saya dan beberapa rekan kerja masih tetap di kantor dan akhirnya kami makan malam di kantor Comrel. Selesai makan, saya beranjak menuju tempat peraduan di Camp Permata tepatnya di PC 13. Lelah rasanya hari ini perjalanan dari Medan sampai ke Batangtoru, ingin rasanya segera meletakkan tubuh ini ke tempat peraduan yang sudah disiapkan. Setelah mandi dan shalat Isa, saya menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu utama kemudian segera memejamkan mata, berharap tubuh ini bisa segar kembali untuk kembali kerja esok hari.

Bunyi alarm pukul 4.45 dari smart phone saya berdering membangunkan saya dari peraduan. Sedikit meregangkan tubuh tangan dan kaki kemudian ngambil perlengkapan mandi bergegas menuju kamar mandi. Walaupun pagi hari begitu dingin, saya memutar kran shower air dingin dan air panas agar airnya menjadi hangat. Segar sekali pertama kali tubuh ini tersiram oleh air hangat, menyatukan jiwa saya, dan bersemangat. Segera kuselesaikan acara mandi pagi tidak lupa gosok gigi dan ambil air wudhu. Kembali ke kamar, memakai baju yang kubawa dari rumah karena seragam kerja belum kudapatkan dari perusahaan. Shalat subuh di kamar, kemudian memakai sepatu sport adidas yang kubawa sendiri dan bergegas ke kantor. Tidak lupa air mineral yang disiapkan di kamar ku minum untuk melegakan tenggorokan yang kering ini.

Hari kedua saya ditempat kerja yang baru, sekitar jam 5.50 sudah stand by di kantor karena jam kerja dimulai jam 06.00. Di camp Permata tidak disediakan untuk sarapan jadi harus ke camp Pelangi, sedangkan untuk ke camp Pelangi diperlukan kendaraan padahal tidak ada kendaraan khusus yang mengantar ke sana. Jadilah pagi itu tidak sarapan, hanya buat minuman milo tanpa gula kesukaan saya. Setelah karyawan pada berdatangan, pukul 6.30 semua karyawan Comrel mengikuti meeting pagi. Ini kayaknya memang tradisi atau kebiasaan di perusahaan tambang selalu ada meeting pagi yang bertujuan untuk mengupdate informasi dan membicarakan apa yang akan dikerjakan. Selesai meeting, Maya yang baik hati ternyata sudah menyediakan roti dan membagikan kepada karyawan yang mau, alhasil pagi itu sarapan dengan roti pemberian Maya. Thanks ya Maya, ternyata Maya ini dikenal sebagai Kepala Urusan Rumah Tangga atau Manager pantry he..he.. karena stock roti dan makanan banyak di tempatnya. … (to be continued)

Penghentian operasi tambang emas Martabe (terbaru)

Dengan hormat,

Saya ingin menyampaikan informasi perkembangan situasi yang sedang dihadapi perusahaan saat ini. Hingga saat ini pemasangan pipa tetap tidak dapat dilaksanakan. Meskipun demikian perusahaan terus melakukan negosiasi dengan mengedepankan komunikasi, sosialisasi dan diskusi dengan berbagai lapisan masyarakat dan perangkat pemerintah terkait untuk mencari solusi yang saling menguntungkan semua pihak.

Perusahaan juga mengharapkan partisipasi semua staff untuk membantu perusahaan dalam upaya meneruskan, menyebarluaskan informasi yang benar dan akuratyang diperoleh dari berbagai sesi training dan sosialisasi tentang pipa air olahan kepada pasangan suami/istri, anak, orang tua, reka dan handai taulan yang berada di wilayah Batangtoru dan sekitarnya. Hal ini akan membuat semakin banyak pihak dapat mengerti fakta mengenai sistem pengolahan air kita dan mengurangi issue dan informasi yang salah yang telah disebarkan oleh orang lain. Peran dan kontribusi setiap staff  dalam mensukseskan seluruh rangkaian upaya adalah sangat penting!

Sekali lagi, tanpa penyelesaian masalah pipa, maka perusahaan tidak punya pilihan, selain terus melanjutkan penghentian operasi tambang dan aktivitas pendukung terkait secara bertahap sesuai rencana.

  • Tidak ada pipa
  • Tidak ada produksi emas
  • Tidak ada uang
  • Tidak ada Martabe
  • Tidak ada pekerjaan

Meskipun perusahaan memahami kegelisahan staff terkait tekanan akan proses penghentian ini, pengurangan overtime dan ketidakpastian akan pekerjaan, perusahaan tidak dapat menghalangi staff yang secara pribadi ingin menggunakan haknya untuk menyampaikan aspirasi, ketidakpuasan atau protes kepada pihak lain, namun perusahaan menyerukan agar semua upaya penyampaian aspirasi dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku, secara damai, tidak membahayakan keselamatan diri maupun ketertiban dan keamanan publik. Jangan mudah terpancing isu atau provokasi yang dapat menyebabkan konflik diantara rekan kerja dan anggota masyarakat.

Bila staff memiliki ide-ide konstruktif untuk menyuarakan aspirasi demi membantu perusahaan menjangkau dan meyakinkan masyarakat, silahkan sampaikan kepada atasan masing-masing. Sekali lagi, terima kasih untuk dukungan seluruh staff dalam masa sulit ini. Mari kita saling percaya, tetap bersatu, dan tetap berkomitmen untuk masa depan Martabe. Perusahaan juga memiliki komitmen yang kuat untuk terus menjalankan tambang emas martabe bertahun-tahun ke depan, dan kita berusaha mendapatkan solusi terbaik untuk mewujudkan semua ini.

Terima kasih

Penghentian Operasi Tambang Emas Martabe

Dengan hormat,

Seperti yang sudah kita ketahui, batas waktu sepuluh hari yang diberikan Perusahaan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara guna membantu menyelesaikan masalah pipa sudah berakhir. Hingga hari ini pemasangan pipa tetap tidak dapat dilaksanakan. Tanpa penuntasan pemasangan pipa, tambang emas Martabe tidak dapat beroperasi. Tambang tidak memproduksi emas,  dan tidak menghasilkan uang. Akibatnya perusahaan tidak punya pilihan selain menghentikan operasi tambang dan aktivitas pendukung terkait secara bertahap. Kondisi akhir inilah yang sebenarnya berusaha dihindari, karena itu selama beberapa waktu, Perusahaan terus melakukan negosiasi dengan mengedepankan komunikasi, sosialisasi dan diskusi dengan berbagai lapisan masyarakat dan perangkat pemerintah terkait untuk mencari solusi yang saling menguntungkan semua pihak.

Namun kenyataannya, penolakan sebagian kecil anggota masyarakat yang mengklaim sebagai sura masyarakat tetap menghalangi pemasangan pipa yang sangat menentukan kelanjutan operasi kita. Dengan sangat menyesal, manajemen harus mengambil keputusan sulit untuk menghentikan aktivitas operasional tambang. Keputusan ini tentunya akan mengakibatkan pengurangan pendapatan over time, pemutusan hubungan kerja (PHK), pengurangan karyawan dan dibekukannya pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan potensi-potensi ekonomi lokal yang sudah mulai dipetik manfaatnya oleh masyarakat luas di sekitar tambang.

Perusahaan tidak memiliki sumber dana tidak terbatas untuk dapat terus menanggung biaya tenaga kerja, biaya operasional, dan program-program laintanpa berjalannya tambang dan produksi emas. Perusahaan masih berharap masalah pipa ini segera menemukan titik cerah, sehingga perusahaan dapat kembali bergerak menghidupkan operasi tambang, meskipun upaya memulai kembali operasi bukanlah proses yang sederhana. Perusahaan snagat menghargai dukungan dan dedikasi tinggi staff selama ini. Manajemen akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh rangkaian proses terkait ketenagakerjaan (pemutusan hubungan kerja dan pengurangan karyawan)  berlangsung dengan baik dan benar-benar sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Perusahaan tidak dapat menghalangi staf yang secara pribadi ingin menggunakan haknya untuk menyampaikan aspirasi, ketidakpuasan atau protes kepada pihak lain, namaun perusahaan menyerukan agar semua upaya penyampaian aspirasi dilakukan secara damai, tidak membahayakan keselamatan dirimaupun ketertiban dan keamanan publik. Jangan mudah terpancing isu atau provokasi yang dapat menyebabkan konflik di antara rekan kerja. Sekali lagi, terima kasih untuk dukungan seluruh staff dalam masa sulit ini. Kita harus yakin, kita akan menemukan jalan keluar dari kesulitan ini dan membangun tambang emas martabe seperti kita cita-citakan, dan membawa keuntungan bagi smeua pemangku kepentingan.

Saling percaya, tetap bersatu dan tetap berkomitmen untuk masa depan Martabe. Perusahaan juga memiliki komitmen kuat untuk terus menjalankan tambang emas Martabe bertahun-tahun ke depan, dan kita berusaha mendapatkan solusi terbaik untuk mewujudkan ini semua.

Tambang Emas Martabe … (1)

Pada hari Minggu, tanggal 30 September 2012 saya mulai berada di Martabe setelah terbang selama kurang lebih 45 menit ke bandara DR. Ferdinand Lumbantobing dari bandara Polonia Medan dilanjutkan perjalanan darat kurang lebih 1 jam. Selama perjalanan driver bercerita tentang kondisi project Martabe beberapa minggu belakangan ini, termasuk pagi itu ternyata masyarakat melakukan demonstrasi menentang rencana PT. Agincourt Resources membuang limbah ke sungai batangtoru.

Sampai dipintu gerbang masuk utama PT. AR, pendemo sudah tidak ada lagi hanya security saja yang berjaga-jaga. Saya bisa masuk setelah pintu gerbang dibuka oleh security. Setelah mampir dulu di kantor Comunity Relation kemudian saya diantar ke kantor HRD yang terletak di gedung SOPO NAULI. Disana saya ketemu dengan salah seorang staff HRD bernama Yanti. Saya harus menyerahkan beberapa dokumen administrasi yang dipersyaratkan kemudian mengisi beberapa lembar formulir untuk data base karyawan serta formulir pengalihan jamsostek. Setelah semuanya beres saya diajak untuk makan siang di Mess Hall Pelangi karena waktu itu memang sudah waktunya jam makan siang. Saya naik shuttle bus untuk menuju Mess hall pelangi.

Mess hall nya tergolong cukup besar, sebelum masuk saya melihat tempat cuci tangan yang kayaknya memang sudah dibudayakan di perusahaan ini. Setelah masuk, saya harus mengisi absen makan yang telah disediakan oleh pihak catering provider yaitu PBU (Prasmanindo Boga Utama). Saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu ketika saya masih kerja di salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia dari Autralia yang lokasinya berada di Kalimantan Tengah. Disana yang menyediakan catering dan maintenance Camp adalah PBU juga. Seperti nostalgia di masa yang lalu mengenang PBU. Bedanya kalau di Martabe project makanan diambilkan oleh petugas dari PBU sedangkan di Maruwai Coal project makanan kita ambil sendiri. Selain itu juga di Martabe project lebih bervariasi dengan adanya salad dan beberapa roti sedangkan di Maruwai tidak ada. Yang sama dari keduanya adalah minuman sirup yang disediakan kurang manis ha..ha.. (just kidding).

Selesai makan siang, saya dan beberapa karyawan masih menunggu kendaraan yang akan membawa kami kembali ke SOPO NAULI, lumayan lama juga menunggunya karena ternyata memang tidak ada kendaraan khusus yang dipakai untuk antar jemput karyawan dari tempatnya bekerja ke tempat makan tersebut. Setelah telepon sana dan telepon sini akhirnya ada karyawan yang berbaik hati untuk mengantarkan kami kembali ke SOPO NAULI. Sampai disana setelah mengecek kembali formulir administrasi yang harus saya lengkapi sudah lengkap maka saya dipertemukan dengan HR Superintendent yaitu Bpk. Srijanto untuk tandatangan agreement. Maka syah lah saya menjadi karyawan PT. Agincourt Resources Martabe Gold Project.  … (to be continued)