“SPENDOEL” … (3)


Murid-murid yang pernah menimba ilmu di SPENDOEL pada dekade 85-an sampai 95-an pasti akan mengenal sosok satu ini yaitu Bpk. Muzamil Dulu. Beliau adalah Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Luwuk yang sangat terkenal dan ditakuti serta disegani oleh murid-muridnya. Jangan pernah main-main dengan Bapak satu ini yang menjuluki dirinya dengan gelar Profesor Doktor Karburator Otak Kotor. Ciri khas dari beliau adalah jimat yang tumbuh di pipi bagian kanan kalau gak salah loh… kalau salah berarti sebelahnya lagi alias sebelah kiri. Kendaraan andalannya adalah vespa standard warna merah menyala. Kalau kami mendengar suara vespanya sudah bisa dipastikan semuanya akan lari menjauh.

Kedisiplinan yang diterapkan oleh beliau, benar-benar keras tetapi semuanya ada hasil dan manfaatnya yang kami rasakan juga sampai saat ini. Ada beberapa kebiasaan yang dijalankan oleh beliau saat menjadi “penguasa” di SPENDOEL, yang pertama adalah semua murid-muridnya diwajibkan untuk membawa air mineral dari rumah masing-masing. Hal ini dilakukan mungkin untuk meyakinkan bahwa murid-muridnya mengkonsumsi air yang bersih sehingga tidak akan sakit perut. Untuk mensukseskan program ini maka perangkat OSIS diberdayakan. Sebelum jam 07.00 pagi, beberapa pengurus OSIS akan berjaga di pintu gerbang masuk ke sekolah tercinta dengan memeriksa dan mengecek setiap murid yang akan masuk harus memperlihatkan air mineral yang dibawanya. Kalau sudah ok, maka boleh melewati pintu gerbang sekolah menuju halaman sekolah.

Setiap pagi, inilah pekerjaan rutin para pengurus OSIS. Ternyata murid-murid ada juga yang malas membawa air mineral dari rumah, entah kenapa mereka malas, padahal untuk mereka sendiri. Yang tidak membawa akan disuruh pulang. Namanya murid bandel ada juga yang membawa air tapi ternyata airnya bukan air yang masak di bawa dari rumah melainkan diisi air dari keran pancuran. Modus operandi ini ternyata terbaca juga oleh para pengurus OSIS, sehingga tidak mau kalah dengan murid yang bandel, akhirnya semua murid-murid yang dicurigai selain diminta untuk memperlihatkan air mineral juga diminta untuk dicicipi alias diminum sedikit he..he.. Bahkan ada cerita dari kakak kelas waktu itu di botol aquanya dia isi ikan dari kuala samping rumah, pas diperiksa dia hanya melihatkan botol aqua dari balik tasnya tapi pengurus OSIS ingin melihat semuanya, musibah bagi dirinya ketika diangkat ada ikan kecil berenang-renang di dalam botol aquanya ha..ha.. Akhirnya mau tidak mau ketahuanlah kalau air yang dibawa adalah air yang tidak baik untuk diminum. Kakak kelas ini alumni ITS dari Jurusan Matematika, sekarang mengembara di kota Manado. 

Kewajiban membawa air mineral ini, awalnya dirasakan mengada-ada oleh kami tapi ternyata memang manfaatnya besar untuk kesehatan kami. Bahkan ada salah satu kawan penulis yang bukan hanya membawa air mineral, tetapi susu coklat. Ternyata setelah diselidiki memang udah dari zaman SD kawan yang satu ini selalu bawa susu coklat buatan orang rumah pastinya. Kawan penulis ini kalau ke sekolah rambutnya diikat 2, menandakan dia cewek bukan cowok. Orangnya SMART ini terbukti dengan dia menjadi juara 1 di kelas kami yaitu 1A pada catur wulan pertama dengan nilai semuanya 9 dan totalnya 90 karena ada 10 mata pelajaran. Sayang beribu sayang kawan ini harus pindah mengikuti tugas orang tuanya. Kami merasa kehilangan dia, apalagi penulis dan Tresno, karena kami biasa disebut 3 serangkai. Siapakah dia??? Anda pasti tahu jawabannya… 

Selain kebiasaan membawa air mineral, kebiasaan lainnya adalah kelengkapan seragam berupa dasi silang berwarna biru ciri khas anak cowok SMP dan dasi kupu-kupu berwarna biru ciri khas anak cewek SMP. Ternyata setelah penulis ingat-ingat, ada juga kejadian yang behubungan dengan dasi ini. Ada beberapa kawan penulis yang suka menjadikan dasi ini mainan menyabet kawan-kawan lainnya dengan cara ke 2 ujung dari dasi ini dipegang dan salah satunya dilepas sambil dijepretkan ke kawan. Alhasil kawan-kawan lainnya jadi ikut-ikutan main sampai akhirnya ketahuan sama Pak Kadir dan diberi hukuman yaitu semuanya disabet or dijepret oleh Pak Kadir sampai akhirnya semuanya tidak mau main-main lagi dengan dasi. Salah satu kawan yang suka main dasi ini adalah alumni Universitas Brawijaya dari Fakultas Teknik Arsitektur, anak dari seorang dokter gigi yang pernah ada di kota Luwuk… Ayo tebak siapa dia???

Maaf ternyata tulisannya harus bersambung lagi karena penulis harus kerja… (to be continued)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: