SPENDOEL… (2)


Melanjutkan cerita postingan pertama…

Untuk mata pelajaran Matematika kami diajar oleh Pak Abdul Kadir Amir biasa dipanggil Pak Kadir. Bapak yang satu ini termasuk guru favorit di sekolah karena perawakannya yang atletis dengan kumis yang agak tebal, kalau tersenyum bisa bikin mabuk kepayang cewek-cewek yang memandangnya he..he.. Ada yang mau ngaku? Pak Kadir mempunyai senjata andalan berupa pukulan dengan mistar atau jangka kayu, kami pun pernah merasakan senjata andalannya ini apalagi pada saat Pak Kadir menjadi wali kelas kami di kelas 3A, nanti dicerita selanjutnya akan lebih detail. Beberapa murid kesayangannya karena memang pintar matematika adalah Raymond, Evi, Bayu, Rahmad, kalau saya belum termasuk karena saya tidak pintar matematika hi..hi..  

Ibu Ratna adalah guru Bahasa Indonesia yang sangat baik karena tidak pernah marah. Suaranya lemah lembut sehingga murid-murid sangat senang kalau diajar oleh Ibu Ratna. Dasar namanya murid-murid tetap saja ada yang bandel dan nakal, sehingga Ibu Ratna paling berdiam diri melihat dan mengamati murid-muridnya yang ribut, setelah murid-muridnya sadar kalau gurunya diam baru Ibu guru ini melanjutkan pelajarannya. Tidak ada senjata andalan dari Ibu Ratna dibandingkan dengan guru-guru lainnya, paling guru yang satu ini hanya berdiam diri, itulah mungkin senjata andalannya he..he..

Ada kejadian menarik saat kami masih jadi anak baru. Waktu itu upacara bendera dengan pembina upacara adalah Pak Suyanto (alm) guru matematika dengan motor andalannya yamaha robot warna biru. Pada saat pembina upacara sedang memberikan pengarahan, tiba-tiba kawan kami yang bernama Irsan Ismail atau biasa dipanggil Yau maju kedepan dengan membawa sebutir batu yang menurut saya ukurannya cukup besar. Dengan wajahnya yang polos dan sambil menunjukkan batu yang dibawanya, Yau mengatakan ke pembina upacara bahwa dia dilempar dengan batu itu dari arah belakang. Pak Yanto langsung mengatakan baik kamu kembali ke tempat dan setelah upacara yang baris dibagian belakang tetap tinggal ditempat. Ternyata selesai upacara kawan-kawan yang baris di belakang mendapat hadiah dari Pak Yanto berupa tamparan yang lumayan sakit kalau cerita teman saya yang kena yaitu Adam Akolo. Tidak ada yang menyangka kalau Yau maju kedepan mengadu ke pembina upacara. Kalau mengingat peristiwa ini pasti akan tertawa ha..ha..ha..

Begitulah kenakalan kami saat masih duduk dibangku sekolah, walaupun baru kelas 1 tapi sudah kelihatan bandelnya. Kelas 1A kami berada dibangunan yang bertingkat sebelah kiri atas kalau lihat dari arah jalan. Banyak kenangan yang tidak akan terlupakan ketika masih berada di kelas 1A ini. Wali kelas kami yang baik hati dan cantik (yang ini kata semua murid loh) memberikan bimbingan dan motivasi kepada kami semua sebagai anak didiknya. Walaupun kadang kala kami bandel dan nakal tapi dibalik itu semua kami sebenarnya adalah anak-anak pintar, jadi berimbang antara bandel dan nakal. Kalau kami tidak pintar mana mungkin kami duduk dibangku kelas 1A, karena kelas 1 terdiri dari 1A sampai 1F. Kawan saya yang saya masih ingat dari kelas 1F adalah Budiman, dan kawan yang satu ini suka sama cewek kelas 1A yaitu Nurnaningsih Ibrahim. Saya tidak tahu dimana Budiman sekarang berada, yang saya tahu adalah Nurnaningsih alias Tuty dia sekarang tetap berada di kota Luwuk.

Cerita selanjutnya mengenai Kepala Sekolah kita tercinta… (to be continued)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: