Hari-hari berlalu (2)…


Melanjutkan tulisan yang kemarin…

Sesampai kami di kantor, yang pertama dilakukan adalah absen menggunakan finger print, dengan alat ini tidak ada yang namanya nitip absen, kecuali jari tangannya dipotong he..he.. Setelah itu sepeti biasanya saya ikut prestart meeting untuk menyampaikan pesan safety ke group kerja. Disini terdiri dari 3 group kerja yaitu untuk pekerjaan painting dan blasting dikomandani oleh Deddy Irawan dan Jarwoto, kemudian pekerjaan hot work dengan komandannya Budi Cahyono, selanjutnya pekerjaan mechanical yang dikomandani oleh Ari Ambarwanto dan Pilipus Manurung. Saya biasanya keliling ikut mereka tetapi lebih sering hanya di 1 group besoknya gantian ke group kerja lainnya, begitulah rutinitas setiap paginya.

Pada prestart meeting ini para Komandan alias Supervisor akan memberikan penjelasan mengenai rencana kerja mereka, apa yang harus dipersiapkan, potensi bahaya apa saja yang ada di pekerjaan tersebut dan yang terakhir jelas adalah housekeeping. Untuk pesan safety biasanya saya tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan gunakan PPE yang benar, sebelum bekerja tanyakan 5 hal pada diri masing-masing : 1. Apakah kita aman? 2. Apakah cara kerja kita aman? 3. Apakah alat yang kita gunakan aman? 4. Apakah lingkungan kita aman? dan terakhir 5. Apakah teman kita aman? Kalau semuanya sudah aman, silahkan bekerja. Kalau tidak aman silahkan diskusikan dengan Supervisor dan rekan kerja lainnya untuk mencari solusi agar bisa menjadi aman. Caranya dengan menggunakan Hierarchy Of Control.

Dalam melaksanakan pekerjaan tetap harus waspada dan saling mengingatkan antara satu pekerja dengan pekerja lainnya. Sangat jelas dalam materi induction yang diberikan sebelum kerja di lapangan selalu waspada dan berhati-hati ketika berada di lokasi project baik itu sedang berjalan, sedang istirahat atau sedang bekerja. Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, dimana saja, dan menimpa siapa saja jadi kita semua waajib waspada.

Keselamatan kerja atau safety bukan hanya untuk orang safety tapi dari kita semua dan untuk kita semua. Itulah yang harus ditanamkan dan dibudayakan kepada para pekerja. Jangan karena ada orang safety terus berhati-hati atau waspada kalau gak ada safety terus terlena, itu adalah perilaku yang salah. Safety harus timbul dan muncul dari pribadi masing0masing pekerja bukan karena disuruh atau diperintah tapi akan muncul dengan sendirinya. Budaya safety di tempat kerja perlu digalang dan terus ditingkatkan sehingga para pekerja akan sadar dan tahu apa manfaat dari safety itu sendiri, safety bukan untuk siapa-siapa tapi untuk kita semua (para pekerja). to be continue…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: