Manado Euiiii


Perjalanan hidup saya kembali bergulir… Setelah selesai kerja di Merak project, saya ditugaskan ke Manado untuk project lainnya yaitu Tokatindung Gold Project. Setelah mencapai kesepakatan, akhirnya saya harus berangkat ke Manado tanggal 12 Oktober 2009. Mau tidak mau saya harus berpisah dengan keluarga (istri dan anak) demi menjalankan tugas dari Company.

Hari Minggu, 11 Oktober 2009 saya mengantar istri tercinta dan anak tersayang ke Cengkareng airport, karena istri dan anak saya akan ke Medan selama saya berada di Manado. Hal ini demi kebaikan bersama karena istri saya lagi mengandung anak ke dua kami sehingga memerlukan perhatian dari orang lain (orangtua). Lagi pula adiknya juga baru saja melahirkan sehingga sekalian untuk menengok adiknya. Tepat jam 07.00, pesawat Lion Air menerbangkan istri dan anak saya ke Medan dan tepat jam 09.30 tiba di Polonia airport Medan. Alahamdulillah semua selamat sampai tujuan dan langsung dijemput oleh adiknya (Robby).

Hari Senin, 12 Oktober 2009 saya bersama kawan saya Endang Wahyudi berangkat ke Manado jam 10.30 dengan pesawat Garuda Indonesia Airways dengan flight number GA 600 – (JKT-MDC) tiba di Samratulangi airport Manado jam 14.50 langsung dijemput dan langsung perjalanan menuju lokasi project di Minahasa Utara. Perjalanan kurang lebih 1 jam 30 menit melewati beberapa desa  sebelum sampai di lokasi project yaitu desa Wineru, Maen, Winuri. Sampailah akhirnya di lokasi project tepat di depan pos security alpha, setelah dilakukan pemeriksaan barulah kami menuju Maesa camp yang telah disiapkan untuk kami.

Pemandangan di Maesa Camp

Hari itu hari pertama berada di lokasi project, teringat masa lalu ketika masih join dengan BHP Billiton Maruwai Coal Project dimana suasananya yang tenang jauh dari kebisingan kota dan udaranya yang masih sejuk. Saat dinner teringat juga ama PBU (Prasmanindo Boga Utama) di Muara Tuhup, kalau disini namanya Universal Sodexho. Menu makanan yang bervariasi membangkitkan selera makan setelah seharian tadi perjalanan. Malam itu kontak istri untuk menanyakan kabar dan mendengar suara si bocil = Fira he..he.. Terngiang panggilan Fira padaku ayahhh….. Kangen rasanya ama Fira, lagi lucu2nya malah harus berpisah… (continue…)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: