Dago kota Bandung…


Badai krisis global akhirnya memberikan dampak juga kepada saya. Perusahaan tempat saya mencari nafkah akhirnya memutuskan untuk menarik diri dalam pengembangan nikel di Indonesia. Hari Rabu kelabu seakan-akan membuat dunia berhenti berputar untuk sesaat. Namun demikian sebagai umat yang beragama, saya tidak bisa terlarut dengan perasaan ini, saya harus bangkit dan hidup harus terus berjalan.

 Shafira and Shafa

Rencana refreshing ke kota Bandung yang sudah di planningkan sebulan yang lalu hampir saja gagal karena anak saya Fira sakit panas dan pilek, jadi saya sudah putuskan untuk tidak ikut ke Bandung. Namun dari sore hingga petang, kakak saya dan saudara lainnya tiak henti-hentinya merayu dan membujuk saya untuk tetap ikut karena katanya garing kalau Fira tidak ikut. Saya tetap menyatakan tidak ikut sampai akhirnya kakak saya dan saudara lainnya mendatangi saya dirumah, Fira yang sedang tidur diangkat oleh bude dan pakdenya sehingga terbangun dan langsung tersenyum. Budenya langsung mengepak pakaian Fira dalam tas, sedangkan saya masih bengong berdiri menyaksikan aksi kakak-kakak saya. Akhinya mau tidak mau saya dan istri saya ikutan mengepak pakaian kami.

 Shafira

Dalam perjalanan ke Bandung, Fira tidur dipangkuan saya, dia nampak tenang dan kayaknya menikmati perjalanan tersebut. Sebelum sampai di vila yang dituju, kami berhenti sebentar untuk membeli nasi goreng kornet di pinggir jalan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan sampai ke vila di kawasan Dago. Malam itu terasa dingin banget tapi Fira dengan nyenyak tetap tidur. Sampai di vila, nasi goreng yang dibeli kami santap beramai-ramai dan tak lupa keripik tempe yang saya bawa dari Jakarta ikut menemani. Selesai mengisi perut dan waktu telah menunjukkan pukul jam 11.30 pm, kami semua bergegas ke kamar masing-masing untuk istirahat.

 Fira and mom

Fira and daddy

Pagi hari, udara terasa sangat sejuk, pemandangan alam yang hijau membuat pikiran saya jadi tenang dan sejenak melupakan project yang tutup sehingga saya harus mencari kerjaan yang lain. Keponakan saya si Shafa bersama abi dan umi nya berenang di kolam renang yang ada, walaupun airnya dingin tapi tidak menyurutkan nyali mereka yang terus berenang kesana kemari. Sedangkan saya sendiri menyibukkan diri untuk bersenda gurau dengan anak saya di kamar. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling kota Bandung mencari sesuatu yang bisa kami nikmati bersama.

 my family

Fira

Fira and daddy

Fira and mom

my family

Besok harinya kami kembali ke kota Jakarta tapi sebelum itu kami membeli oleh-oleh kartika sari, brownies Amanda, dan lainnya. Kami makan siang di warung Sunda dan akhirnya sore hari kami sampai kembali di Jakarta.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: