AKHIR DARI KEBERSAMAAN…


Bulan Agustus 2008, secercah harapan bisa kembali berkumpul bersama keluarga di Jakarta dan mulai kerja di tempat yang baru bersama kawan-kawan yang baru, semuanya terasa begitu indah. Semua impian dan angan-angan bersama kawan-kawan untuk mengembangkan dan memajukan project ini begitu menggelora di hati masing-masing kami. Segala kemampuan baik pikiran dan tenaga yang terbaik dari kami, dicurahkan untuk keberhasilan project ini. Tidak tanggung-tanggung nilai dari project ini. Menurut Project Director, nilai project ini adalah US$ 3 – 4 Billion, sebuah nilai yang sangat fantastis untuk investasi di Indonesia.

 Family day

Raut wajah gembira tampak berseri dari wajah kami karyawan di project ini pada saat acara Family Day sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan RI di bulan Agustus 2008. Diperkirakan hamper 200 orang (karyawan dan family) ada di acara ini yang diselenggarakan di Sentul City. Sungguh merupakan kebersamaan yang perlu di pupuk terus menerus.

Family day 

Awal September 2008, kesempatan pertama kali diberikan kepada saya untuk mengunjungi lokasi project di timur Indonesia. Sangat senang hati ini bisa berkontribusi untuk pengembangan project ini. Beberapa strategi dan program kerja telah kami siapkan untuk mensukseskan project ini. Untuk pertama kalinya juga saya makan lobster asli hasil dari perairan Raja Ampat yang sangat terkenal keindahan lautnya sehingga sempat diusulkan menajdi salah satu World Heritage. Pengalaman pertama ini tidak saya sia-siakan untuk menggali informasi dari masyarakat mengenai keberadaan project ini di mata mereka. Project ini sudah berlangsung sangat lama, bahkan sebelum saya lahir project ini sudah ada. Masyarakat sangat mendukung dengan keberadaan project ini dan berharap project ini dapat berjalan.

 Sorong

Oktober 2008, semuanya masih berjalan seperti biasa. Kami masih asyik bekerja dan terlena dengan keadaan ini tanpa kami sadari ternyata tanda-tanda kebersamaan kami akan berakhir sudah mulai nampak. Tanda pertama yaitu di batalkannya kunjungan saya bersama partner ke Maluku Utara (Ternate), Halmahera Timur (Maba) dan Buli tanpa penjelasannya yang detail, hanya berdasarkan instruksi Manajemen. Saya tidak bisa berbuat apa-apa akan hal itu. Tanda kedua yang begitu mengejutkan adalah, saya bersama kawan saya Dody Rochadi menemukan dokumen hasil print yang masih tertinggal di tempat printer yang berisi daftar nama-nama karyawan dari Dept. Engineering mengenai nasib mereka di project ini. Saya langsung berpikir, bagaimana dengan Dept. saya, apakah demikian juga adanya?

 

November 2008 merupakan “black month” bagi kami di project ini. Tepat pada hari Rabu kelabu, 12 November 2008, Project Director mengumumkan bahwa project ini ditutup. Wajah kami semua tertunduk lesu dan mulailah air mata menetes di pipi sebagian dari kami. Dunia terasa gelap waktu itu, semua cita-cita dan impian yang sedang kita bangun akhirnya kandas sudah, kebersamaan yang selama ini kami rasakan ternyata harus berakhir juga. Masing-masing akan mencari jalan hidupnya masing-masing. Semoga Allah memberikan jalan bagi kami semua. Selamat berjuang kawan-kawan semua, saya yakin dibalik semua ini ada hikmah untuk kita semua. Sampai berjumpa di project yang lain di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: