Yogya-koe


Hari Rabu, 5 November 2008 tanpa pikir panjang setelah mendapatkan ijin dari Manager, aku berkeputusan berangkat ke Yogya untuk mengikuti reuni kehutanan UGM. Istri di rumah ta kabari bahwa kita jadi berangkat ke Yogya malam ini. Sempat kaget juga kok mendadak begini, tapi akhirnya siap-siap berangkat juga. Saya call mas Jaka bahwa saya jadi berangkat bersama istri dan anak saya he..he.. Mas Jaka bilang ketemuan saja di Gambir.

 

Istri dan anakku (Fira) berangkat dari Bintaro menuju stasiun Gambir sedangkan saya sendiri berangkat dari kantor menuju Gambir. Akhirnya ketemu deh sama kawan-kawan kehutanan baik yang senior maupun yang yunior. Setelah pemeriksaan kembali orang-orang yang akan berangkat dan setelah makan untuk sekedar mengganjal perut, akhirnya pada pukul 20.30 WIB, kereta Taksaka bergerak membawa kami bersama rombongan ke Yogya. Alhamdulillah karena ada beberapa orang yang cancel karena sesuatu lain hal, saya dan keluarga dapat seat untuk yang cukup untuk Fira bobo dan saya serta istri duduk.

FiraFira siap-siap mau bobo 

Pukul 05.00 lebih dikit, akhirnya kereta Taksaka menginjakkan roda-roda besinya di Stasiun Tugu kota Yogyakarta. Senang banget rasanya bisa kembali ke Yogya. Saya dan keluarga memutuskan untuk bermalam di rumah keluarga di Gayam. Di rumah ternyata sudah ditunggu kedatangan kami oleh bulek dan paklek kami. Setelah mengemasi barang-barang di kamar yang telah disediakan, selanjutnya diteruskan dengan obrolan ringan dan santai tentang keluarga.

 

Siangnya, saya menuju ke kampus kehutanan UGM tercinta naik mobil Suzuki Katana yang terus terang baru pertama kali bawa mobil di Yogya, jadinya agak grogi dan gugup alhasil sampai di kampus, keringat mengucur deras di tubuh ini. Di kampus ketemu dengan para dosen, teman seangkatan, kakak senior, dan adik yunior. Masing-masing kayaknya sudah menggapai kesuksesan ada yang di Departemen, ada yang di Pemda, ada yang di Perhutani, dan lain-lain. Kebanyakan sih di Departemen.

 

Malam hari menyempatkan diri berkunjung ke rumah sahabat saya yang secara tidak sengaja juga menikah dengan sahabat istri saya (Wahyu “kendil” Pambudi dan Dini “Gresik” Hapsari). Mereka tinggal di daerah Monjali. Si Dini ternyata sudah isi 6 bulan, 3 bulan lagi akan lahir Kendil junior atau Dini junior.

 Fira, Ika, Dini

Fira, Ika, Dini

Malam berikutnya janjian ketemuan ama Conny Jegeg, satu-satunya sahabat kos istri saya yang masih berada di Yogya dan berada di tempat kos yang lama. Tidak ada perubahan yang berarti dengan diri si Conny. Dia sedang menyelesaikan pasca sarjana nya di UGM, semoga cepat selesai Con.. Selesai itu berusaha untuk mengunjungi sahabat lama di Unit PPPK UGM yaitu Farid Rahmanto yang sudah mempunyai satu anak yaitu Aulia. Berikutnya mencoba untuk mencari tahu keadaan gelanggang mahasiswa UGM yang katanya diterpa angina putting beliung. Sempat bertemu dengan mas Gepeng dan Fajar selam yang sedang menunggu keberangkatan team penelitian selam ke TN Baluran.

 Fira, Ika, Conny

Fira, Ika, Conny

Ika, Fira, Farid and Family

Ika, Fira, Farid and his wife and daughter

Gelanggang UGM

Angin puting beliung menerjang UGM

Untuk kegiatan hari berikutnya sampai jumpa di episode mendatang… (To be continued)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: