Sahabat Lama…


Hari Jum’at, 10 September 2008 saya mencoba menghubungi salah satu sahabat lama yang tinggal di kawasan di Cibubur. Sahabat ini pertama kali kenal dulu waktu zaman SD, tepatnya saat kami mewakili sekolah masing-masing untuk mengikuti lomba cerdas tangkas P4 (masih zaman orde baru loh). Kami jadi semakin dekat karena jarak rumah kami yang tidak begitu jauh di kota Luwuk, Kabupaten Banggai. Salah satu sahabat lagi yang akhirnya bersama-sama menjadi satu tim untuk lomba tersebut adalah Ratna Evianti, kabarnya dia sekarang berada di Jawa Timur.

 

DI bangku SMP kami bertiga (saya, Evi, dan Tresno) bersaing dan karena Evi merupakan cewek yang tekun, rajin, dan gak neko-neko akhirnya dia yang memenangi persaingan tetapi belum selesai SMP, Evi sudah pindah sekolah mengikuti tugas orang tuanya ke kota Tangerang. Tinggal kami berdua, dan akhirnya ikut berpisah selepas bangku SMP. Tresno melanjutkan SMU ke kota Malang sedangkan saya sendiri masih tetap di kota Luwuk untuk sekolah di SMU Negeri 1 Luwuk.

 

Selama itu kami tidak pernah ketemu lagi sampai akhirnya ketika saya melanjutkan kuliah di kota gudeg Yogyakarta, saya bertemu kembali dengan Ratna Evianti sedangkan Tresno beberapa tahun kemudian baru ketemu, karena dia melanjutkan kuliah di Atmajaya Yogyakarta. Selama di Yogya sempat kami bertemu beberapa kali tetapi karena kesibukan masing-masing-masing akhirnya intensitas pertemuan kami jadi berkurang.

 

Selesai kuliah saya merantau ke Jakarta dan Kalimantan dan akhirnya saya berlabuh kembali di kota Jakarta sampai saat ini. Tresno juga ternyata tidak jauh-jauh mengikuti jejak saya, dia juga ternyata kerja di Jakarta. Selama di Jakarta, kami belum smepat ketemu, paling lewat telepon or sms doang, begitu juga dengan Evi paling sebatas telepon dan sms karena Evi berada di Jawa Timur.

 

Hari Minggu, 12 Oktober 2008 kemarin, Tresno bersama keluarganya menyempatkan diri untuk silaturahim ke rumah mungil saya di kawasan Bintaro Jaya sektor 3A. Tidak ketinggalan mamanya tercinta tante Metty juga ikut silaturahim. Saat melihat Tresno, saya kaget minta ampun karena Tresno yang dulu saya tahu dengan sekarang sangatlah berbeda dari ukuran fisik karena beratnya kalau gak salah 150 kg jadi kalau timbangan biasa dinaiki pasti akan rusak. Sedangkan saya sendiri dari zaman dulu sampai sekarang sangat sedikit perubahan alias perubahannya tidak significant. Oh iya Tresno juga membawa anaknya bernama Evelyn yang baru berusia 8 bulan beda 2 bulan dengan si Fira anak saya.

Tresno and me

Fira & Evelyn

Tresno & Me

Evelyn & Fira

 

Setelah lama ngobrol, kilas balik perjalanan kami masing-masing setelah lepas dari Yogyakarta, akhirnya karena Tresno masih membawa balita yang perlu penanganan khsusus alias perlu waktu untuk istirahat dan lain-lain, pertemuan kami selesai dan kami tetap akan selalu komunikasi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: