Liburan Lebaran (1)


Lebaran tahun ini ada yang beda di rumah tangga kami. Lebaran tahun ini rumah tangga kami sudah dihadiri oleh buah hati kami yaitu Fira. Tahun lalu 2007 kami lebaran di Luwuk Sulawesi Tengah tempat orang tua kami tinggal. Dimana tahun itu istri saya masih mengandung anak kami.

 

Lebaran tahun ini kami merencanakan untuk berlebaran bersama orang tua kami di Medan Sumatera Utara. Segala sesuatu untuk keberangkatan kami sudah dipersiapkan, begitu juga dengan persiapan di Medan, maklum si Fira tidak nyaman kalau bobo tanpa AC, jadi eyangnya beli AC khusus untuk menyambut kedatangan cucu pertamanya.

 

Medio Agustus saya sudah mulai nyari dan booking tiket Jakarta – Medan. Maskapai pertama yang saya coba browsing di internet adalah Indonesia Air Asia karena terkenal dengan harga tiket yang murah, namun jadwal yang saya inginkan ternyata sudah habis alis not available. Akhirnya saya mencoba melihat maskapai penerbangan Lion Air dan Mandala Airlines ternyata harga tiketnya mencapai 7 juta lebih sedikit untuk penerbangan Jakarta – Medan (PP) untuk 2 orang adults dan 1 infant. Tidak mau menyerah, saya browsing lagi di internet untuk melihat Batavia airlines, akhirnya saya memutuskan untuk memakai maskapai penerbangan ini karena harga tiket yang relatif lebih murah dari pada 2 maskapai yang lain. Akhirnya saat itu juga saya bayar tiket dengan menggunakan credit card. Ini salah satu manfaat memiliki credit card.

 

Medio September, saya iseng-iseng mencoba browsing kembali maskapai penerbangan, kali ini saya melihat Garuda Indonesia Airways dan ternyata hasilnya cukup mengagetkan bagi saya karena tiket GIA dari Jakarta – Medan (PP) untuk hal yang sama harganya hanya berbeda 22 ribu dengan tiket Batavia. Apalah artinya uang 22 ribu untuk tiket GIA, ini yang ada dibenak saya, namun saya sudah membeli tiket Batavia. Andaikan waktu itu saya juga melihat GIA, bisa dipastikan saya dan keluarga akan terbang menggunakan GIA ke Medan. Nasi sudah menjadi bubur, mau dibilang apa? Hal ini sebagai pembelajaran bagi saya untuk di kemudian hari.

 

Tanggal 26 September 2008, akhirnya kami menuju ke Cengkareng dengan menggunakan taxi blue bird. Alhamdulillah kami sampai denga ntepat waktu, selesai check in dan membayar airport tax kami menuju ke waiting room. Jadwal keberangkatan pesawat 16.15 WIB ternyata baru bisa berangkat pukul 17.30 WIB, itupun mengganti jenis pesawat yang akan menerbangkan kami ke Medan.

In waiting room with my daughter

my daughter and my wife

 

Dalam pesawat terjadi kekeliruan penempatan seat, nomor yang saya pegang ternyata tidak ada di pesawat jenis ini akhirnya setelah diatur oleh pramugari semuanya dapat tempat duduk. Pesawat berangkat mengantar kami ke Medan. Di atas pesawat kami berbuka puasa setelah mendapat informasi dari Captain Pilot, bahwa waktu sudah menunjukkan buka puasa untuk daerah Palembang karena kami sedang berada di atas kota Palembang.

Fira

at Polonia Medan

 

Alhamdulillah selama perjalanan si Fira bobo sehingga tidak merepotkan kami orang tuanya. Saat mau take off, Fira bobo sambil nenen sama ibunya. Ketika akan landing barulah si Fira bangun, kayaknya dia tahu kalau sudah akan sampai di kota Medan. Akhirnya pada pukul 19.45 WIB pesawat mendarat dengan mulus di bandara Polonia Medan. (continue…)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: