LIKA LIKU PEMBEBASAN LAHAN PERLUASAN PELABUHAN DAN TEMPAT TIMBUN BATUBARA MUARA TUHUP


Salah satu infrastruktur pendukung untuk tambang batubara adalah lokasi pelabuhan dan tempat timbun batu bara atau yang keren disebut stockpile. Lokasi ini jelas harus terletak di tempat yang strategis karena akan banyak aktivitas yang ada di lokasi ini, mulai dari penimbunan batubara yang baru diangkut dari lokasi tambang, tongkang dengan kapasitas 3500 ton akan lalu lalang mengangkut batubara melewati Sungai Barito yang mengalir dari wilayah Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Selatan sampai akhirnya keluar ke Banjarmasin. Hampir bisa dipastikan aktivitas di pelabuhan dan penimbunan batubara ini akan kerja 24 jam yang membuat kelurahan Muara Tuhup akan semakin ramai dan otomatis dampak positifnya adalah roda perekonomian akan semakin berputar dengan cepat dan tentunya tingkat kesejahteraan masyarakatnya juga meningkat.

 

PT. Maruwai Coal sebagai salah satu afiliasi dari BHP Billiton yang memiliki PKP2B dari Pemerintah Pusat pada tahun 2005 telah membebaskan lahan seluas ± 54,6 ha di wilayah Kelurahan Muara Tuhup untuk keperluan pelabuhan dan penimbunan batubara. Seiring dengan perkembangan proyek yang terus meningkat maka diperlukan perluasan pelabuhan dan tempat penimbunan batubara untuk menampung batubara yang akan ditambang, karena luasan yang ada dinilai kurang memadai. Oleh karena itu Manajemen BHP Billiton meminta untuk peluasan lokasi tersebut. Untuk melakukan perluasan tersebut harus mengikuti prosedur project yang sudah baku di BHP Billiton.

 

Kami mendapatkan instruksi untuk melakukan pembebasan lahan untuk perluasan pelabuhan dan penimbunan batubara di Muara Tuhup pada bulan September 2007. Setelah itu kami koordinasikan dengan pihak Kelurahan Muara Tuhup dengan membentuk Tim Kelurahan untuk mengidentifikasi pemilik lahan yang terkena rencana pembebasan. Tim ini selesai mengidentifikasi pemilik-pemilik lahan secara kasar pada akhir bulan September 2007 dengan jumlah pemilik 28 orang. Bulan Oktober kegiatan terhenti karena menjelang hari raya idul Fitri. Pada bulan November 2007, kegiatan dimulai lagi dengan melakukan pertemuan dan sosialisasi kepada para pemilik lahan yang terkena rencana pembebasan (Foto 1 & 2). Pada pertemuan sekaligus mohon ijin untuk dilakukan pengukuran keliling dan dilanjutkan pengukuran petak per petak bersama para pemilik lahan dan sambitannya untuk kemudian dibuat Berita Acara Pengukurannya. Pada pengukuran keliling ini, Tim survey dari perusahaan didampingi oleh Tim Kelurahan Muara Tuhup.

 

Para pemilik lahan

Sosialisasi kepada para pemilik lahan

 

Bulan Desember 2007, 95% petak sudah terukur dan akhirnya awal Januari 2008 semua petak sudah terukur dengan jumlah pemilik lahan sebanyak 36 orang sedangkan jumlah petak sebanyak 44 petak. Bulan Februari 2008 dilakukan kembali pertemuan untuk negosiasi harga lahan yang dianggap layak sehingga tidak merugikan bagi pemilik lahan dan juga tidak memberatkan perusahaan. Pada pertemuan ini belum ada kata sepakat karena nilai yang ditawarkan oleh Perusahaan sebesar Rp 4.000,-/M2 termasuk tanam tumbuh dan segala sesuatu yang ada diatasnya dirasa kurang oleh pemilik lahan karena pemilik lahan meminta nilai Rp 6.000,-/M2. Akhirnya pertemuan ini tidak menghasilkan nilai yang disetujui kedua belah pihak.

 

Waktu terus bergulir, surat persetujuan menerima nilai ganti rugi yang ditawarkan oleh perusahaan diserhakan kepada pihak Kelurahan agar bagi pemilik lahan yang setuju dengan nilai yang ditawarkan perusahaan dapat membubuhkan tandatangannya di Surat persetujuan tersebut. Awalnya baru sekitar 9 orang yang menerima nilai dari Perusahaan sedangkan lainnya masih belum menerima. Kemudian kami mencoba melakukan strategi door-to-door atau mendatangi para pemilik lahan kerumahnya masing-masing. Untuk melakukan strategi ini jelas diperlukan orang-orang yang memiliki kemampuan negosiasi dan mempunyai bahan cerita untuk membujuk dan merayu pemilik lahan. Dalam menjalankan strategi ini banyak sekali suka dan dukanya. Sukanya adalah kami bisa semakin dekat dengan para pemilik lahan dan mengetahui keluhan-keluhan mereka dan akhirnya mereka mau menerima nilai yang ditawarkan oleh Perusahaan, ini berarti kemenangan bersama antara perusahaan dan pemilik lahan. Dukanya adalah ketika kami mencoba memberikan penjelasan, membujuk dan merayu serta bernegosiasi tapi akhirnya masih gagal juga, tapi apa daya inilah realita yang kita hadapi dalam proses pembebasan lahan. Tidak ada pembebasan lahan yang sekali ketemu langsung beres. Ini merupakan dinamika yang ada dan ajang untuk menguji kedewasaan diri kita masing-masing.

 

Memberikan penjelasan kepada pemilik lahan

 

Setelah sekian lama mencoba untuk memberikan penjelasan kepada para pemilik lahan, akhirnya dari 44 petak yang mau menerima nilai yang ditawarkan oleh Perusahaan ada 38 petak dengan pemilik lahan sebanyak 32 orang. Inilah hasil maksimal yang bisa kami lakukan dan kami yakin bagi pemilik lahan yang masih belum mau menerima suatu saat nanti akan menerima juga dengan mengedepankan manfaat bagi seluruh masyarakat di Kelurahan Muara Tuhup. Sedianya pembayaran lahan akan dilakukan tanggal 17 Maret 2008 tetapi karena ada sesuatu dan lain hal maka pembayaran lahan ditunda sampai blan April 2008. Dengan adanya penundaan ini ada beberapa pemilik lahan yang bertanya-tanya kenapa ditunda, apakah perusahaan batal untuk membebaskan lahan? Padahal mereka sudah berangan-angan dengan uang tersebut akan dipergunakan untuk berbagai macam keperluan seperti memperbaiki rumah, membeli lahan baru, membeli keperluan rumah tangga dan lain sebagainya.

 

Saat yang ditunggu-tunggu oleh para pemilik lahan akirnya datang juga. Pada tanggal 10 April 2008 bertempat di kantor Kelurahan Muara Tuhup dilakukan pembayaran lahan yang dihadiri oleh Bapak Bupati Murung Raya, Ir. Willy M. Yoseph, MM. Pada acara pembayaran lahan ini sambutan pertama disampaikan oleh Lurah Muara Tuhup, K. Zen Wahyu Priyatna, S.STP dalam sambutannya Lurah Muara Tuhup menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemilik lahan yang bersedia untuk melepas lahannya demi untuk kepentingan bersama dan bagi kemajuan Kelurahan Muara Tuhup. Lurah juga mengharapkan setelah pembebasan lahan ini BHP dapat memasuki proses produksi sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, menyediaakan lapangan kerja yang lebih luas dan menyumbang PAD bagi Kabupaten Murung Raya. Memberikan penghargaan kepada BHP yang sangat kooperatif dengan Pemerintah dalam mentaati peraturan baik perundang-undangan maupun perda dalam proses pembebasan lahan ini, sehingga dapat menjadi contoh bagi perusahaan yang lain. Sambutan kedua disampaikan oleh Manajemen BHP Billiton dalam hal ini diwakili oleh Indra Diannajaya. Dalam sambutannya Presdir PT. Maruwai Coal ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang rela dan bersedia melepas lahannya untuk perluasan pelabuhan tempat penimbunan batubara. Mudah-mudahan dengan pembebasan lahan ini berarti sala satu rangkaian menuju tahap produksi dapat kami selesaikan sehingga kami akan menyelesaikan tahap-tahap yang lain seperti tahap konstruksi dan lain sebagainya. Hal ini dapat terwujud tentunya dengan bantuan dari Pemerintah baik pusat maupun daerah dan juga partisipasi dari masyarakat. BHP mempunyai standart yang tinggi untuk melakukan produksi sehingga semua ketentuan dan persyaratan akan ditaati oleh BHP. Sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi kepada Pemerintah dan juga masyarakat maka dalam pembayaran lahan ini kami mengundang seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya sehingga tidak ada kecurigaan dalam proses pembebasan lahan ini. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang membantu kelancaran proses pembebasan dan pembayaran lahan ini. Sambutan terakhir disampaikan oleh Bupati Murung Raya, Ir. Willy M. Yoseph, MM. Dalam sambutannya, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada para pemilik lahan khususnya yang mau melepas lahannya untuk perluasan pelabuhan dan tempat penimbunan batubara dan seluruh masyarakat pada umumnya yang membantu dalam proses pembebasan lahan. Saya berharap bagi pemilik lahan yang masih belum mau melepas lahannya agar diusahakan mau dengan rela dan ikhlas melepas lahannya karena hal ini bukan untuk kepentingan Perusahaan saja melainkan untuk kepentingan daerah juga. Apabila menghambat proses tersebut otomatis akan menghambat proses pembangunan Kabupaten Murung Raya. Saya juga sangat berharap BHP dapat cepat produksi setelah semua persyaratan dan prosedur yang ada dijalankan. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada Dirut dan seluruh karyawan BHP yang telah memberikan bantuan kepada Pemda maupun masyarakat Muara Tuhup khususnya yang saat ini sudah menikmati berbagai fasilitas yang diberikan oleh perusahaan, ini sebagai wujud hubungan antara Pemerintah, Perusahaan, dan masyarakat yang sangat baik.

 

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen pembebasan lahan dan penyerahan uang pembebasan lahan secara simbolis yang disampaikan oleh Bupati Murung Raya kepada Rudi Hartono, Kajari Murung Raya kepada Siti Khadijah, Pabung Dandim Barito Utara kepada Narto, Camat Laung Tuhup kepada Hadran, dan terakhir Presdir PT. Maruwai Coal kepada Gandi. Selanjutnya penandatangan dokumen dan penyerahan uang pembebasan lahan oleh Tim Finance dan Tim Land Acquisition (Azizul Hakim dan Hermawan serta Maulana Muhammad dan Nuo G. Bebie). Acara pembayaran lahan ini selesai pukul 12.15 WIB sesuai dengan target waktu yang telah direncanakan dan berjalan dengan lancar dan sukses.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: