13 4pRiL 2008


Bulan April tahun 2008, seperti biasa saya masih menjalankan tugas sebagai seorang buruh di perusahaan asing. Tugas sebagai seorang karyawan yang meninggalkan istri tercinta yang lagi mengandung untuk mencari sesuap nasi di bumi kalimantan. Tanggal 4 Maret 2008, aku masuk kerja lagi setelah 2 minggu lamanya field break di Jakarta menemani istriku tersayang. Tidak terasa waktu 2 minggu begitu cepat berlalu.

Hampir setiap saat di lapangan aku menghubungi istri tersayang untuk menanyakan kabarnya dan tentunya kabar si bayi yang masih berada di dalam perut. Hari-hari terus berlalu, pekerjaan semakin mendekati dead line untuk diselesaikan. Pekerjaan yang berhubungan dengan masyarakat apalagi untuk pembebasan lahan bukan suatu pekerjaan yang mudah dan gampang tetapi merupakan pekerjaan yang penuh dengan resiko. Pada trip ini aku harus menyelesaikan untuk melakukan pembebasan lahan guna keperluan port dan stock pile extension. Hampir setiap hari aku harus bertemu para pemilik lahan dengan mendatangi rumahnya satu persatu, mencoba untuk membujuk, merayu, dan membuka wacana serta pikiran mereka mengenai keberadaan perusahaan di wilayahnya.

Waktu terus berlalu, bulan April udah datang dihadapanku. Hampir selesai pekerjaanku, karena tgl 10 April rencananya akan dilakukan pembayaran lahan tersebut. Aku masih agak tenang karena setiap aku menghubungi istriku kata dokternya anakku insya Allah kemungkinan lahirnya tgl 22 April. Jadi aku masih bisa konsentrasi untuk menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan lahan sebelum tgl 22 April. Waktu yang ditunggu tiba tgl 10 April aku melakukan pembayaran lahan dengan sukses walaupun masih ada beberapa orang yang sampai saat ini msaih belum mau melepas lahannya.

Tanggal 13 April pagi hari sebelum bekerja, seperti biasa aku menyempatkan diri untuk ngirim sms ke istriku tercinta. Setelah itu aku menyelesaikan urusan administrasi ke Kecamatan dan Kelurahan. Saat itu aku tidak mengetahui kalau ternyata istriku sedang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anakku. Memang aku ini suami yang tidak bertanggung jawab. Disaat istri sedang berjuang, aku malah asyik dengan pekerjaan. Akhirnya tepat jam 10.13 menit lahirlah ke dunia anakku yang diberi nama SHAFIRA WIMALA PUTRI MAULANA yang artinya batu permata yang suci putri maulana.  

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: