Maesa Camp…

Maesa camp adalah camp tempat tinggal karyawan dan kontraktor yang bekerja di Tokatindung project. Camp ini terdiri dari beberapa bagian yang saya sendiri masih belum tahu lengkapnya he..he..

Maesa Camp terletak didataran tinggi alias perbukitan yang memungkinkan orang untuk memandang jauh lepas ke deretan pepohanan kelapa dan pantai, sungguh sangat indah pemandangan yang dilihat dari Maesa Camp. Pepohonan yang rindang, udara yang sejuk, kicauan burung dipagi hari dan suara jangkrik di malam hari menambah indahnya lokasi ini…

Maesa Camp...

Maesa Camp terletak di desa Winuri, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. PT. MSM mempercayakan UNIVERSAL SODEXO untuk maintenance camp, sehingga kebersihan dan kerapihan camp ini selalu terjaga dengan baik. Setiap pagi setiap kamar pasti akan dibersihkan mulai dari kamar mandi dalam, tempat tidur, lantai, pakaian kotor di laundry, gelas kotor dicuci bersih pokoknya kami pulang kerja kondisi kamar sudah rapi sehingga nyenyak untuk bobo…

Mengenai makanan tidak perlu diragukan lagi mulai dari breakfast, lunch and dinner semua dengan menu yang bergizi dan pelayanan dari mereka yang sangat baik dan ramah untuk menawarkan menu makanan yang bisa di request. Satu hal yang awalnya meragukan adalah waktu breakfast karena disini bagi expatriate disedikan bacon “daging babi” sehingga kami khawatir apakah proses potong dagin, masak, dan nyuci tempat masakannya sama dengan masakan yang kami makan atau bukan.. ternyata setelah kami tanyakan semuanya berbeda karena mereka juga tahu akan hal itu. Alhamdulillah akhirnya makan tidak khawatir dan deg-degan lagi… (to be continue)

First job in Tokatindung…

McConnell Dowell Indonesia, salah satu perusahaan konstruksi dari Australia mendapatkan pekerjaan refurbishment di Tokatindung Gold Project di bawah bendera PT. Meares Soputan Mining (MSM) dan PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Pekerjaan ini sebenarnya dulu pernah dikerjakan oleh Bakrie Construction, namun berhubung terkendala dengan perijinan yang urusannya dengan Pemerintah sehingga pekerjaannya untuk sementara dihentikan. Baru tahun ini pekerjaan tersebut di mulai kembali dengan harapan akhir tahun depan sudah mulai comissioning untuk produksi.

McConnell Dowell di bawah Project Manager Shaun Harrison sudah berada di lokasi project selama seminggu ditemani oleh Safety Manager Hendra Jatmika. Pekerjaan pertama jelas adalah setup office untuk McConnell Dowell termasuk instalasi v-sat nya yang dikerjakan oleh Lintas Artha. Pekerjaan pertama ini dilakukan hari Rabu, 14 Oktober 2009 sehingga JSEA (Job Safety Environment Analysis) pertama adalah untuk pekerjaan setup office dan v-sat. Pekerjaan dilakukan oleh 2 orang karyawan Lintas Artha yaitu Zul dan Ilham.

Setup v-sat

Setup v-sat ini belum selesai karena kendala dengan power yang belum mencukupi untuk support office McConnell Dowell di lokasi project. Sampai dengan saat ini masih belum ada kepastian mengenai supply power ke office McConnell Dowell sehingga kami masih ngantor di admin building PT. Meares Soputan Mining..

setup v-sat

Semoga minggu depan office McConnell Dowell di project ini bisa selesai sehingga kami bisa mulai untuk bekerja menyelesaikan project ini sesuai dengan target waktu yang telah dischedulekan atau lebih cepat…

Manado Euiiii

Perjalanan hidup saya kembali bergulir… Setelah selesai kerja di Merak project, saya ditugaskan ke Manado untuk project lainnya yaitu Tokatindung Gold Project. Setelah mencapai kesepakatan, akhirnya saya harus berangkat ke Manado tanggal 12 Oktober 2009. Mau tidak mau saya harus berpisah dengan keluarga (istri dan anak) demi menjalankan tugas dari Company.

Hari Minggu, 11 Oktober 2009 saya mengantar istri tercinta dan anak tersayang ke Cengkareng airport, karena istri dan anak saya akan ke Medan selama saya berada di Manado. Hal ini demi kebaikan bersama karena istri saya lagi mengandung anak ke dua kami sehingga memerlukan perhatian dari orang lain (orangtua). Lagi pula adiknya juga baru saja melahirkan sehingga sekalian untuk menengok adiknya. Tepat jam 07.00, pesawat Lion Air menerbangkan istri dan anak saya ke Medan dan tepat jam 09.30 tiba di Polonia airport Medan. Alahamdulillah semua selamat sampai tujuan dan langsung dijemput oleh adiknya (Robby).

Hari Senin, 12 Oktober 2009 saya bersama kawan saya Endang Wahyudi berangkat ke Manado jam 10.30 dengan pesawat Garuda Indonesia Airways dengan flight number GA 600 – (JKT-MDC) tiba di Samratulangi airport Manado jam 14.50 langsung dijemput dan langsung perjalanan menuju lokasi project di Minahasa Utara. Perjalanan kurang lebih 1 jam 30 menit melewati beberapa desa  sebelum sampai di lokasi project yaitu desa Wineru, Maen, Winuri. Sampailah akhirnya di lokasi project tepat di depan pos security alpha, setelah dilakukan pemeriksaan barulah kami menuju Maesa camp yang telah disiapkan untuk kami.

Pemandangan di Maesa Camp

Hari itu hari pertama berada di lokasi project, teringat masa lalu ketika masih join dengan BHP Billiton Maruwai Coal Project dimana suasananya yang tenang jauh dari kebisingan kota dan udaranya yang masih sejuk. Saat dinner teringat juga ama PBU (Prasmanindo Boga Utama) di Muara Tuhup, kalau disini namanya Universal Sodexho. Menu makanan yang bervariasi membangkitkan selera makan setelah seharian tadi perjalanan. Malam itu kontak istri untuk menanyakan kabar dan mendengar suara si bocil = Fira he..he.. Terngiang panggilan Fira padaku ayahhh….. Kangen rasanya ama Fira, lagi lucu2nya malah harus berpisah… (continue…)

Merak Project

Tidak terasa 6 bulan lebih sudah saya bergabung dengan McConnell Dowell untuk Merak Project. Pertama kali menginjakkan kaki di project ini terasa sangat aneh entah apa yang terjadi. Tiga bulan pertama terasa sangat berat dan ingin rasanya meninggalkan project ini, tapi karena semangat ingin mencoba suasana baru maka niat untuk pergi pun saya urungkan. Akhirnya semua berubah, memasuki bulan ke 4 project ini melakukan perubahan drastis di tingkat manajemen atas. Alhamdulillah sekarang terasa lebih baik dari sebelumnya.

Sebentar lagi Merak project akan berakhir. Masih ada kesempatan sekitar 3 bulan untuk berpikir kembali. Kalau tidak ada kejelasan untuk masa depannya jelas saya akan mencari tantangan baru diluar sana, tapi apakah diluar sana ada yang memerlukan jasa saya? Sementara saat-saat ini akibat dari krisis global banyak project yang pending bahkan tutup. Salah satu project yang tidak disangka tutup adalah project saya sebelum gabung dengan McConnell Dowell yaitu Maruwai project yang diumumkan tutup per 9 Juni 2009.

Akhirnya….

Selama 3 bulan lebih join dengan project Oiltanking Merak dengan kondisi yang fit, akhirnya Rabu kemarin gw tumbang juga tepar tidak berdaya. Kamis ke dokter, jumat dan sabtu istirahat di rumah semoga bisa memperbaiki kondisi tubuh biar cepat fit.

Bintaro Jaya

Sabtu, 20 Februari 2009 selesai jam kerja, gw bersama keluarga meluncur ke Bintaro Jaya dari kota Cilegon pukul 05.30 pm dan sampai di Bintaro pukul 07.15 pm. Di Bintaro keluarga besar gw pada ngumpul.

Liburan di awal Januari 2009

Tidak terasa sudah sebulan lebih tinggal di kota baja (Cilegon). Liburan awal Januari 2009 ini, dihabiskan hanya di rumah bersama anak dan istri. Mau kemana-mana masih malas apalagi anak masih kecil, jadi lebih enak di rumah… mau melihat gerhana matahari eh langit di kota Cilegon mendung… Gong Xi Fa Cai kali ya.. jadi ikutan mendung he..he..

Merak

Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak gw, kalau akhirnya gw harus bekerja di daerah Merak, tepatnya di Project Oiltanking Merak. Setelah tidak bekerja di BHP Billiton, gw kerja di McConnell Dowell perusahaan Australia yang bergerak di bidang Construction.

Ini merupakan penglaman baru buat gw bekerja di dunia Migas (Oil & Gas). Kesempatan ini akan gw manfaatkan sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu tentang safety di dunia migas. Siapa tahu kedepan gw bisa mencicipi kerja di negeri orang.

Sampai saat ini gw masih enjoy kerja disini, walaupun kalau dilihat jam kerjanya dari hari Senin – Minggu always working. Namanya manusia tetap memerlukan waktu untuk istirahat, tidak bekerja setiap hari, semua ada batasnya. Jangan sampai gw jatuh sakit karena kondisi badan tidak fit.

Disini gw punya partner kerja seorang fresh graduate lulusan dar Universitas Indonesia. Semoga kami dapat memberikan yang terbaik buat McConnell Dowell.

Hari-hari terakhir…

Jumat, 28 November 2008 merupakan hari terakhirku bersama Pearl Project. Keputusan sudah diambil, suka tidak suka semua orang yang terlibat di project ini harus menerimanya. Hari ini… hari yang terakhir… Selamat tinggal Pearl Project as Dream Project…

Dago kota Bandung…

Badai krisis global akhirnya memberikan dampak juga kepada saya. Perusahaan tempat saya mencari nafkah akhirnya memutuskan untuk menarik diri dalam pengembangan nikel di Indonesia. Hari Rabu kelabu seakan-akan membuat dunia berhenti berputar untuk sesaat. Namun demikian sebagai umat yang beragama, saya tidak bisa terlarut dengan perasaan ini, saya harus bangkit dan hidup harus terus berjalan.

 Shafira and Shafa

Rencana refreshing ke kota Bandung yang sudah di planningkan sebulan yang lalu hampir saja gagal karena anak saya Fira sakit panas dan pilek, jadi saya sudah putuskan untuk tidak ikut ke Bandung. Namun dari sore hingga petang, kakak saya dan saudara lainnya tiak henti-hentinya merayu dan membujuk saya untuk tetap ikut karena katanya garing kalau Fira tidak ikut. Saya tetap menyatakan tidak ikut sampai akhirnya kakak saya dan saudara lainnya mendatangi saya dirumah, Fira yang sedang tidur diangkat oleh bude dan pakdenya sehingga terbangun dan langsung tersenyum. Budenya langsung mengepak pakaian Fira dalam tas, sedangkan saya masih bengong berdiri menyaksikan aksi kakak-kakak saya. Akhinya mau tidak mau saya dan istri saya ikutan mengepak pakaian kami.

 Shafira

Dalam perjalanan ke Bandung, Fira tidur dipangkuan saya, dia nampak tenang dan kayaknya menikmati perjalanan tersebut. Sebelum sampai di vila yang dituju, kami berhenti sebentar untuk membeli nasi goreng kornet di pinggir jalan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan sampai ke vila di kawasan Dago. Malam itu terasa dingin banget tapi Fira dengan nyenyak tetap tidur. Sampai di vila, nasi goreng yang dibeli kami santap beramai-ramai dan tak lupa keripik tempe yang saya bawa dari Jakarta ikut menemani. Selesai mengisi perut dan waktu telah menunjukkan pukul jam 11.30 pm, kami semua bergegas ke kamar masing-masing untuk istirahat.

 Fira and mom

Fira and daddy

Pagi hari, udara terasa sangat sejuk, pemandangan alam yang hijau membuat pikiran saya jadi tenang dan sejenak melupakan project yang tutup sehingga saya harus mencari kerjaan yang lain. Keponakan saya si Shafa bersama abi dan umi nya berenang di kolam renang yang ada, walaupun airnya dingin tapi tidak menyurutkan nyali mereka yang terus berenang kesana kemari. Sedangkan saya sendiri menyibukkan diri untuk bersenda gurau dengan anak saya di kamar. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling kota Bandung mencari sesuatu yang bisa kami nikmati bersama.

 my family

Fira

Fira and daddy

Fira and mom

my family

Besok harinya kami kembali ke kota Jakarta tapi sebelum itu kami membeli oleh-oleh kartika sari, brownies Amanda, dan lainnya. Kami makan siang di warung Sunda dan akhirnya sore hari kami sampai kembali di Jakarta.